Wed. Oct 27th, 2021
Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Sering melihat acara midodareni atau siraman yang ditayangkan di televisi? Jika iya maka, itu termasuk ke dalam prosesi pernikahan adat Jawa yang digelar dalam oleh sebagian besar orang Jawa. Banyak dari sejumlah pesohor bahkan tokoh publik lainnya yang menyelenggarakan pernikahannya menggunakan adat tersebut. Penasaran dengan prosesi apa saja yang terjadi di dalamnya? Berikut ulasannya:

1. Siraman

Merupakan prosesi pernikahan adat jawa yang dilakukan oleh mempelai wanita dengan menggunakan kain motif grompol dan mori. Berikutnya prosesi penyiraman akan dilakukan oleh kedua orang tua calon pengantin. Jika sudah, selanjutnya calon pengantin akan mengganti busana untuk kemudian menjalankan kerik.

Kerik dilakukan untuk membersihkan rambut bagian depan yang dilakukan merata dengan alat khusus. Prosesi siraman ini juga mempunyai makna mendalam yaitu sebagai penyucian diri sebelum dimulainya upacara sakral.  Termasuk ke dalam acara yang wajib yang tak boleh tinggal.

2. Midodareni

Berikutnya adalah acara Midodareni yang mana merupakan ritual yang mengharuskan calon pengantin wanita untuk berdiam diri di kamar. Hal tersebut dimulai dari pukul 6 sore hingga 12 malam. Pada prosesi ini calon pengantin akan dirias dengan sederhana dan menggunakan pakaian polos. Pemakaian perhiasan tidak diperbolehkan dalam ritual tersebut kecuali cincin pertunangan.

Orang tua perempuan dan kerabat dekat biasanya akan menemani calon pengantin saat melakukan prosesi tersebut. Dalam prosesi ini, calon pengantin pria datang, namun tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan calon pengantin wanita. Maksud dari kedatangan tersebut untuk menunjukan kesiapan pernikahan yang akan dijalani.

3. Akad Nikah

Selesai dengan acara Midodareni, maka keesokan harinya akan dilanjutkan dengan prosesi ijab kabul. Akad nikah akan dilangsungkan menurut kepercayan dan agama masing-masing calon pengantin. Bagi yang memeluk agama Islam, ijab kabul dapat dilakukan di rumah maupun masjid. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan keinginan calon pengantin.

Sama halnya dengan yang beragama Kristen atau Katolik yang bisa melangsungkan ikrarnya pada di gereja yang biasanya disebut dengan Sakramen Ijab. Ijab sendiri merupakan perjanjian pernikahan yang dibuat oleh kedua pasangan untuk menjalani sebuah kehidupan baru dalam berumah tangga. Merupakan perjanjian sakral yang dibuat oleh manusia kepada tuhan dan juga pasangannya.

4. Berjualan Dawet

Berikutnya adalah acara berjualan dawet yang dilakukan oleh orang tua dari pengantin. Ibu akan bertugas untuk memayungi suaminya. Arti dari acara ini sendiri yaitu kehendak orang tua untuk melepaskan anaknya. Bagi para tamu yang ingin membeli dawet diharuskan untuk membayarnya dengan uang kreweng.

Uang yang diberikan tersebut berasal dari tanah liat, dengan makna bahwa kehidupan manusia yang berasal dari tanah. Pada prosesi ini peran dari ayah sebagai penjual dan ibu yang melayani pembeli. Mempunyai makna bahwa untuk saling tolong menolong dalam mencari nafkah berumah tangga.

5. Upacara Panggih

Merupakan upacara pertemuan antara kedua pasangan pria dan wanita setelah selesainya acara ijab kabul. Pada ritual ini pasangan tersebut telah resmi menjadi sepasang suami dan isteri. Ritual ini juga hanya boleh dilaksanakan ketika sudah siap melangsungkan ijab kabul.

Ritual upacara ini dilakukan pada pernikahan orang Jawa Tengah seperti Surakarta dan Jogja. Prosesi yang terdapat dalam ritual ini yaitu adanya iring-ringan yang dilakukan oleh rombongan. Khusus bagi orang tua tidak oleh ikut ke dalamnya, hal ini hanya diikuti oleh kerabat terdekat dan pengiring pengantin pria dan wanita. Letak posisi iring-iringan yang berada di tengah adalah pengantin pria dan disebelahnya merupakan pengiring yang usia lebih tua dari pengantin.

Itulah prosesi pernikahan adat Jawa selama ini yang banyak terkandung makna tersirat di dalamnya. Keberagaman budaya, suku dan adat istiadat di Indonesia membuat pernikahan setiap daerahnya mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *