Wed. Oct 27th, 2021
Syarat Pernikahan di KUA

Indonesia memiliki lembaga khusus untuk mengurus pernikahan bagi pengantin beragama Islam, yaitu KUA. Lembaga ini mengatur semua hal tentang pernikahan, termasuk menetapkan persyaratan menikah. Maka dari itu, setiap calon pengantin beragama Islam harus mengetahui syarat pernikahan di KUA, agar pernikahan lancar dan berjalan sesuai rencana.

Syarat Pernikahan untuk Calon Suami

Seorang pria hendak menikah sebaiknya mengetahui persyaratan pernikahan terlebih dahulu agar pernikahan bisa berjalan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Berikut ini beberapa persyaratan tersebut:

  • Form N1. Surat keterangan akan menikah.
  • Form N2. Surat keterangan asal-usul bagi calon suami.
  • Surat Dispensasi dari Pengadilan Agama setempat jika usia calon pengantin pria di bawah 19 tahun.
  • Form N3. Surat persetujuan.
  • Form N4. Surat keterangan orang tua.
  • Surat dari pengadilan yang menyatakan izin menikah lagi bila beristri lebih dari satu.
  • Form N7. Surat pernyataan hendak menikah.
  • Bukti imunisasi TT. Surat keterangan imunisasi Tetanus ini diwajibkan untuk semua calon pengantin.
  • Form N6. Surat keterangan duda dari pengadilan Agama setempat.
  • Pas foto terbaru dengan latar belakang biru berukuran 3×4 sebanyak 5 lembar dan 2×3 sebanyak 5 lembar.
  • Membayar biaya pendaftaran untuk menikah.
  • Membayar biaya ijab qobul bila pernikahan dilakukan di luar kantor KUA. Saat ini biaya tersebut sebesar Rp600.000:-
  • Surat Izin dari atasan untuk anggota POLRI dan ABRI.
  • Surat keterangan kematian istri bila calon pengantin pria berstatus sebagai duda dengan cerai mati.

Persyaratan tersebut hendaknya dilengkapi dari jauh hari pernikahan diselenggarakan agar pernikahan tidak terkendala karena adanya persyaratan yang tidak lengkap. Tidak sedikit calon pengantin yang harus menangguhkan untuk mengurus surat nikahnya karena syarat pernikahan di KUA belum lengkap.

Syarat Pernikahan untuk Calon Istri

KUA juga menetapkan syarat pernikahan di KUA untuk pengantin wanita atau disebut dengan calon istri. Persyaratan tersebut tidak berbeda jauh dengan syarat yang harus dilengkapi oleh calon pengantin pria. Berikut ini beberapa syarat yang harus dilengkapi oleh calon pengantin wanita:

  • Foto kopi KTP
  • Foto copy Akte kelahiran
  • Surat cerai dari pengadilan agama setempat bila calon pengantin wanita berstatus sebagai janda dengan cerai hidup.
  • Foto copy KK
  • Surat kematian suami bila calon pengantin wanita adalah janda dengan status cerai mati.
  • Surat keterangan wali.
  • Jika pengantin wanita adalah anak pertama di keluarganya, harus melampirkan foto copy buku nikah kedua orangtuanya.
  • Apabila wali telah meninggal dunia, harus melampirkan surat keterangan kematian Ayah/wali.

Persyaratan untuk calon pengantin wanita tidak serumit dengan persyaratan untuk calon pengantin pria. Persyaratan utama yang wajib ada bagi calon pengantin wanita adalah wali. Wali adalah ayah kandung, tidak bisa digantikan dengan ayah tiri. Selain ayah kandung bisa dari kakak laki-laki seayah atau adik kandung ayah, serta saudara laki-laki dari garis keturunan ayah.

Pada prakteknya, syarat pernikahan di KUA untuk calon pengantin pria harus diserahkan kepada calon pengantin wanita terlebih dahulu sebelum diserahkan ke KUA. Dengan demikian, pihak calon pengantin wanita yang akan menyerahkan persyaratannya ke KUA. Terdapat persyaratan tambahan bila kedua mempelai berada pada beda kecamatan dan kota.

Indonesia merupakan negara hukum yang mengatur segala sesuatunya dengan hukum yang berlaku. Termasuk mengatur hukum untuk pernikahan. Maka dari itu, setiap calon pengantin harus melengkapi syarat pernikahan di KUA agar pernikahan tersebut resmi dan tercatat legalitasnya agar mendapatkan payung hukum. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *